SANDI ALPHABET

A : Ambon

B : Bandung

C : Cepu

D : Demak

E : Ende

F : Flores

G : Garut

H : Halong

I : Irian

J : Jepara

K : Kendal

L : Lombok

M : Medan

N : Namlea

O : Opak

P : Pati

Q : Quibek

R : Rembang

S : Solo

T : Timor

U : Ungaran

V : Viktor

W : Wilis

X : Ekstra

Y : Yongki

Z : Zainal

SANDI ANGKA

1-1 : Hubungi per telepon

1-4 : Ingin bicara diudara (langsung)

3-3 : Penerimaan sangat jelek/orang gila

3-3L : Kecelakaan korban luka

3-3M : Kecelakaan korban material

3-3K : Kecelakaan korban meninggal

3-3KA : Kecelakaan kereta api

3-4-K : Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikandiri

4-4 : Penerimaan kurang jelas

5-5 : Penerimaan baik/sehat

8-4 : Tes pesawat/penerimaannya

8-6 : Dimengerti

8-7 : Disampaikan

8-8 : Ingin berjumpa langsung

10-2 : Posisi/keberadaan

10-8 : Menuju

2-8-5 : Pemerkosaan

3-3-8 : Pembunuhan

3-6-3 : Pencurian

3-6-5 : Perampokan

8-1-0 : Pembunuhan

8-1-1 : Hidup

8-1-2 : Berita agar diulangi (kurang jelas)

8-1-3 : Selamat bertugas

8-1-4 : Laporan/pembicaraan terlalu cepat

8-1-5 : Cuaca

8-1-6 : Jam/waktu

8-1-9 : Situasi

SANDI HURUF

Taruna : Berita

Gelombang : Jam/waktu

Semut : Pelajar

Lalat : Mahasiswa

Pangkalan : Rumah/kediaman

Cangkulan : Kantor/tempat kerja

Gajah : Derek

Komando : Kantor polisi

Tikar : Surat

Buntut tikus : Antena pendek (HT)

Belalai gajah : Antena atas

Laka : Kecelakaan

Jaya 65 : Kebakaran

Timor Kupang Pati : Tempat Kejadian Perkara

Timor Lombok Pati : Telepon

Timor Kupang Ambon : TerKendali Aman

Halong Timur : Handy Talky (HT)

Halong Pati : Hand Phone (HP)

Kupang Rembang : KendaRaan

Kupang Ambon : Kereta Api

Wilis Kendal : Walikota

Kendal Cepu : KeCamatan

Kendal Lombok : KeLurahan

Rembang Wilis : RW

Rembang Timur : RT

Rembang Rembang : Serse

Rembang Solo : Rumah Sakit

Rembang Pati : Rupiah

Anak Kijang : Pencuri/Tersangka

Ambon Demak : Angkatan Darat

Ambon Lombok : Angkatan Laut

Ambon Ungaran : Angkatan Udara

Pati Medan : Polisi Militer

Timor Medan : Tamu/Teman

Kresna : Presiden

Bima : Wakil Presiden

Timor Bandung I : Kapolri

Metro I : Kapolda

Timor I : Kapolres

Lombok-Lombok : Lalu Lintas

Timor Lombok : Lampu Lalu Lintas/Traffic Light

Sepi : Senjata Api

Sajam : Senjata Tajam

Curat : Pencurian Dengan Pemberatan

Curas : Pencurian Dengan Kekerasan

Curanmor : Pencurian Kendaraan Bermotor

Bandung Umar Solo : BUS

Medan-Medan : Metro Mini

Pati Demak Irian : Jam/Waktu

Solo Medan Pati : Pelajar

Solo Medan Ungaran : Mahasiswa

Solo Timur Medan : Rumah/Kediaman

Opak Kendal Jepara : Kantor/Tempat Kerja

Opak Pati Solo : Derek

Lombok Pati : Kantor Polisi

Lombok Irian : Surat

Lombok Demak : Antena Pendek (HT)

Bandung-Bandung : Barang Bukti (BB)

Bandung2 Padat : Makan

Bandung2 Medan : Bahan Bakar Minyak

Lampiran/Ambon : Istri

Monik : Anak

Solo Bandung : Stand By

Solo Garut : SiaGa

Medan Demak : Meninggal Dunia

Pati Ambon Medan : Pengamanan

Aambon Pati-Pati : Apel

Palang Hitam : Mobil Jenazah

Demak Pati Kendal : Dinas Pemadam Kebakaran

JAJARAN POLSEK

Jajaran 1 : Kapolsek

Jajaran 2 : Wakapolsek

Jajaran 3 : Serse

Jajaran 4 : Sabhara

Jajaran 5 : Bimas/Babinkamtibmas

Jajaran 6 : Lantas/Lalu Lintas

JAJARAN SISKOMMAS (SANDI PANGGIL)

01 s/d 99 : Wilayah Cakung

100 s/d 190 : Wilayah Pulo Gadung

200 s/d 299 : Wilayah Duren Sawit

300 s/d 350 : Wilayah Jatinegara

351 s/d 399 : Wilayah Bintara/Perbatasan

400 s/d 499 : Wilayah Kramat Jati

500 s/d 599 : Wilayah Makasar

600 s/d 699 : Wilayah Ciracas

700 s/d 799 : Wilayah Cipayung

800 s/d 899 : Wilayah Pasar Rebo

900 s/d 999 : Wilayah Matraman


Sandi merupakan sebuah kata yang agak tabu untuk dibicarakan. Khalayak umum beranggapan, sandi merupakan sebuah parameter dalam melindungi sesuatu hal yang dianggap penting. Memang secara tidak langsung, baik jika dibahas dalam setiap sendi kehidupan bernegara, akan menampakan sebuah labirin yang akan sulit untuk dibeberkan.

Sejak jaman dahulu manusia sudah mengenal perlunya merahasiakan sesuatu terhadap pihak yang ia anggap tidak perlu untuk mengatahuinya. Masyarakat dicina telah mengirimkan berita rahasianya didalam sebuah bola-bola kecil yang terbuat dari kertas atau bahan sutera yang dibungkus dengan lilin, kemudian bola-bola tersebut dibawa oleh kurir/caraka dengan terlebih dahulu menelan bola-bola tersebut.

Julius caesar juga telah melakukan hal yang sama, hanya saja ia hanya menyembunyikan tulisan tersebut kedalam sebuah tulisan baru. caesar mengganti tata tulisan didalam beritanya sebagai berikut:
BERITA: OMNIA GALLIA EST DIVISA INPARTES TRES
SANDI : RPQLD JDOOLD HVW GLYLVD LQ SDUWHV WUHV

Sebenarnya caesar hanya mengganti huruf-huruf tersebut dengan huruf-huruf yang terletak 3 huruf lebih jauh (huruf abjad) sehingga huruf O=R, M=P, N=Q.

Sandi dalam peranannya dalam sebuah negara telah terlihat secara samar-samar setelah penjelasan diatas. sekarang saatnya kita sedikitlagi membuka kulit selanjutnya. sandi disebuah negara menjadi tolak ukur keberhasilan negara dalam mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perdana menteri inggris, Sir Winston Churchill, dan Presiden AS, Franklin D. Roosevelt, mengalami sebuah peristiwa yang akhirnya mereka menganggap penting arti sandi dalam sebuah negara. Saat itu Sir Winston Churchill dan Presiden Roosevelt mengadakan sebuah pertemuan yang membahas ofensif Jerman atas dataran Eropa, ternyata hasil pembicaraan itu berhasil dibocorkan oleh seorang kepercayaan dinas rahasia Inggris(MI6). tapi beruntung pihak kepolisian inggris telah mencium adanya tindakan sabotase terhadap hasil pembicaraan tersebut, akhirnya polisi inggris melakukan ppenggeledahan terhadap seorang anggota dinas sandi Inggris(GCHQ). Dari kamar agen tersebut diperoleh 1500 Copy dokument kawat sandi tentang perkembangan kerjasama Inggris-Amerika. Akibat kebocoran tersebutsangat berpengaruh besar, hari-hari Dunkirk dan jatuhnya perancis ketangan Jerman.

Jerman pada awal perang dunia II sangat maju tehnologi dinas sandinya, mereka berhasil melakukan invasi Yugoslavia dalam waktu yang singkat, padahal kita tahu banyak kaum cerdik pandai yang meninggalkan Jerman karena diskriminasi. Apa rahasia dibalik kesuksesan Jerman tersebut? Tentara Jerman Telah mengumpulkan berita tentang daerah-daerah di Yugoslavia dengan sangat rutinnya, Jerman mengirimkan pencari berita tersebut dengan samaran sebagai warga sipil. mereka semua berasal dari dinas sandi tentara Jerman, mereka bertugas melakukan penyadapan atas jalur komunikasi Yugoslavia dan berusaha membongkar sandi Yugoslavia.

Dengan kinerja yang handal dinas sandi Jerman berhasil mendapatkan berita terkini tentang pergerakan tentara Yugoslavia. akhirnya Jerman berhasil menguasai Yugoslavia karena Jerman telah mengetahui dimana centra gravia lawan. Bahkan dari hasil penyadapan tersebut diperoleh berita bahwa hubungan Presiden Y.B. Tito dengan Inggris-Amerika makin merenggang.

Pearl Harbor, merupakan awal dari offensif tentara Jepang untuk menggulingkan dominasi Amerika di Pasifik, secara tidak langsung merupakan babakan baru bagi bangsa indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka. Serangan yang amat briliant, dilaksanakan pagi hari minggu tanggal 7 Desember 1941, yang diklaim sebagai kemaluan Amerika terbesar dalam sejarah peperangan mereka. Keberhasilan itu bisa tercapai dengan kecerdikan jepang dalam menghentikan jalur komunikasi theknis mereka, agar tidak terjadi kebocoran informasi.

Sebenarnya Amerika telah berhasil memecahkan sandi dari dinas sandi tentara Jepang, tetapi pihak Jepang telah mengganti sandi yang mereka gunakan, ternyata Amerika lebih lambat dalam menterjemahkan berita sandi Jepang tersebut. Rupanya pihak tentara Jepang telah puas dengan hasil yang mereka raih, mereka tidak waspada oleh adanya kemungkinan pembongkaran sistem sandi oleh pihak Amerika. Amerika dengan sekutu-sekutunya berusaha keras untuk selalu mengupas sistem sandi tentara Jepang, akhirnya kecerobohanpun terjadi, Jepang lupa mengganti sistem sandinya maka Amerika dengan leluasa mengubah taktik berperang mereka berdasarkan pada pra-informasi yang mereka dapatkan. hal tersebut juga mengakibatkan gugurnya Admiral Yamamoto dalam sebuah pendadakan di daerah timur Indonesia. Pearl harbor dan Midway merupakan sebuah kenyataan bahwa dinas sandi sebuah negara amat penting.

Fermmeldeauflarung (Radio Intelijen Jerman), merupakan sebuah bagian dari dinas sandi tentara Jerman. Unit ini dibawahi oleh seorang kapten SS yang bernama SEEBOHM, ia bertugas dibawah gugus komando Jenderal erwin rommel. Kompi ini bertugas memantau perkembangan pasukan sekutu lewat jalur radio. setiap rencana operasi pihak sekutu dapat dirubah menjadi menguntungkan bagi pihak Jerman, hal ini merupakan sebuah bukti bahwa penyadapan intelijen amat berperan dalam mengatur taktik. Pada sebuah pertempuran yang sengit didaerah el-Adem, kapten SEEBOHM tewas dengan membawa seluruh dokumen yang berisikan kawat-kawat hasil penyadapannya.

Pihak Inggris terkejut melihat kenyataan pahit itu, tak disangka ternyata Jerman telah berhasil menyadap mereka didepan hidung mereka sendiri. secepatnya pihak inggris mulai berbenah antara lain dengan: callsign yang lebih sempurna, disiplin petugas sandi diperketat, setiap penggunaan radio telefoni harus menggunakan sandi, memperbanyak dummy messages, dan membuat jaring komunikasi palsu (fake). Akhirnya Jenderal Rommel yang kehilangan kompi Fernmelldeauflarung tak dapat menembus pertahanan pihak lawan. hal ini merupakan hal terfatal dalam sejarah angkatan darat Jerman.

Persandian Negara Indonesia didirikan pada tanggal 4 April 1946 oleh Mayor Jenderal dr. Roebiono Kertopati. Beliau adalah seorang dokter kepresidenan di masa Presiden RI Pertama Soekarno. Persandian negara Indonesia tersebut sekarang dikenal dengan nama Lembaga Sandi Negara dan dr Roebiono Kertopati sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara yang pertama.

Mayor Jenderal dr. Roebiono Kertopati dinobatkan sebagai Bapak Persandian Negara Republik Indonesia Pada masa perang kemerdekaan lebih tepatnya tanggal 4 April tahun 1946, Letnan Kolonel dr. Roebiono Kertopati mendapat perintah dari Mr. Amir Syarifuddin, Menteri Pertahanan RI saat itu, untuk mendirikan sebuah badan yang mengelola persandian nasional.

Bapak Roebiono Kertopati yang lahir di Ciamis pada tanggal 11 Maret 1914 sebelum dan selama perang dunia II tidak pernah bekerja dalam bidang persandian / kriptografi. Suami dari Amalia Achmad Atmadja ini adalah seorang dokter yang pada waktu itu menjabat sebagai dokter (medis) di Kementerian Pertahanan RI bagian B (intelijen). Karena pada masa itu, tidak seorang pribumipun dipercaya Belanda untuk bekerja dalam bidang persandian. Beliau tidak mengenyam pendidikan persandian secara formal, namun hanya berupa kursus singkat pengenalan sandi dari kementerian luar negeri Belanda pada tahun 1949. Namun melalui bacaan serta imajinasi, logika dan intuisi, diciptakanlah sistemsistem sandi sendiri. Walaupun tanpa ilmu pengetahuan yang memadai mengenai teknis kriptografi dan hanya dibantu oleh tenaga-tenaga yang juga awam sandi, sistem-sistem sandi buatan sendiri tersebut terbukti efektif dan dapat diandalkan untuk mengamankan komunikasi berita di medan peperangan, di dalam perundingan-perundingan antara pemerintah RI dengan Belanda dan dengan PBB, pada komunikasi pemberitaan di perbatasan dan di dalam gerilya di daerah dan pedalaman.

Berpijak dari kegiatan-kegiatan militer dan politik negara yang selalu membutuhkan kerahasiaan komunikasi pemberitaan, sebagai perintis dan pendiri persandian di Indonesia, bapak dari empat anak ini telah mempunyai pemikiran dan konsep yang jelas tentang kedudukan suatu badan persandian dalam struktur pemerintahan negara. Hanya berbekal daya nalar dan dilandasi semangat juang yang pantang menyerah itulah, bapak Roebiono dan kawan-kawannya merintis persandian di Indonesia. Seiring dengan waktu, persandian di Indonesia terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan.

Bermula dari hanya sebuah ruangan kecil tempat kegiatan sandi berlangsung dan alat yang diguanakan pun masih berupa pensil dan kertas, kini telah menjadi sebuah institusi mandiri dengan peralatan yang jauh lebih kompleks. Perekrutan dan pendidikan tenaga sandi (sandiman) pun ikut berkembang dengan pesat. Dari hanya sebuah kursus singkat (seperti magang) menjadi setingkat akademi, bahkan kini telah menjadi Sekolah Tinggi.

Mayjen TNI (purn) dr. Roebiono Kertopati yang menguasai dengan aktif empat bahasa asing yakni Inggris, Jerman, Belanda dan Perancis ini memimpin persandian Indonesia dari tanggal 4 April 1946 yang masih berupa sebuah kamar sandi sampai dengan tahun 1984 yang telah bernama Lembaga Sandi Negara.

Pada tanggal 23 Juni 1984 sang penerima 11 bintang jasa (utama) dari pemerintah Indonesia ini wafat. Sampai akhir hayatnya beliau tetap berjuang untuk memajukan persandian di Indonesia, suatu bidang perjuangan yang masih langka dan merupakan kegiatan yang tidak dikenal. Motto yang saat itu selalu didengungkan kepada seluruh anak buahnya yang bekerja sebagai tenaga sandi adalah : BERANI TIDAK DIKENAL.
Selesai.


Mengapa harus terorganisir ?

Secara historis negara-negara demokrasi telah berusaha memastikan adanya
pembedaan antara keamanan eksternal dan internal. Konsep dasarnya ialah tantangan internal dapat, dan, demi menjaga sistem demokrasi, harus ditangani oleh institusi dan diproses oleh hal-hal yang diatur di dalam undang-undang. Lembaga dan proses dimaksud harus diterima secara umum oleh masyarakat dan dilihat sebagai sesuatu yang membatasi pemerintah dan masyarakat- dan dikendalikan akuntabilitas dan keterbukaan publik.

Bagi intelijen internal, norma pengawasan dan penyelidikan dalam masyarakat bebas ialah isu kekerasan. Intelijen internal diperbolehkan untuk mentargetkan suatu organisasi, atau pengaruh dari organisasi itu hanya bila organisasi atau pengaruh organisasi tersebut telah mengarah kepada penggunaan kekerasan, atau bila ada kemungkinan akan menimbulkan kekerasan. Namun, penerapan hukum dan kewenangan eksekutif
melawan kekerasan adalah tanggungjawab penegakan hukum saja.

Koordinasi dan kerja sama antar organisasi-organisasi ini harus dipastikan pada tingkat kementerian. Sementara pembedaan antara badan intelijen internal dan eksternal tidak selalu berlaku mutlak, dan sementera beberapa ancaman seperti terorisme, kejahatan terorganisir, perdagangan narkoba dan peyelundupan- telah lama diketahui sebagai gabungan elemen domestik dan asing, salah satu karakter khusus demokrasi konstitusional telah
membatasi peranan dan metode kerja badan intelijen eksternal serta metode kerja yang menjadi sifatnya, yakni dalam hal penegakan hukum internal dan kehidupan politik di negaranya sendiri. Ketentuan ini berlaku justru karena tindakan badan intelijen eksternal dapat merusak intelijen internal yang bekerja berdasarkan norma-norma hukum.

Kontra intelijen ialah suatu misi yang melekat pada kedua badan intelijen itu. Tidak diperlukan adanya badan kontra intelijen yang independen, yang mungkin dapat menjadi struktur birokrasi baru yang mencampuri, memperlambat, mengganggu dan mencoba mengambil alih fungsi kontra intelijen dari kedua badan ini. Namun, mungkin ada baiknya untuk membuat program kontraintelijen terpusat, dengan tujuan untuk menggabungkan, mempromosikan dan mengkoordinasikan operasi, penyelidikan dan
penelitian kontra intelijen dalam kedua badan itu.

Kerja sama yang erat antara badan intelijen internal dan eksternal sangat dibutuhkan, untuk mengefektifkan kontra intelijen. Sebagai contoh, satu kelompok ekstrimis berencana untuk melakukan serangan bersenjata dalam negaranya sendiri dan hendak mengembangkan operasi intelijen untuk mendukung keputusan ini (intelijen internal), tetapi mungkin juga mendapatkan dukungan dari negara tetangga dimana kelompok
ini melakukan pelatihan dan perencanaan (intelijen eksternal). Program kontra intelijen yang terpusat yang menentukan kordinasi dan kerjasama antara badan intelijen internal dan eksternal dalam isu kontra intelijen, yang dalam situasi ini memang harus dilakukan secara lintas batas, akan menjaga garis batas juridiksi yang sah antara tanggung jawab kontra intelijen domestik dan eksternal.

Kebutuhan intelijen yang berbeda seringkali mendorong pembentukan beberapa dinas intelijen dan bukannya satu organisasi yang komprehensif. Kementerian Pertahanan sering mempunyai badan intelijennya sendiri,  yang menangani isu-isu yang lebih teknis seperti penilaian potensi kekuatan militer negara tetangga, industri pertahanan, tokoh-tokoh militer, dll. Untuk menentukan kebutuhan senjatanya, intelijen kementerian pertahanan harus mengetahui sifat dari tentara musuh potensial dan juga karakter dari markas yang ditargetkan. Ukuran, kemampuan, lokasi dan kesiapan tentara harus
terus dimonitor apakah sebagai panduan dalam merencanakan apa saja yang
dibutuhkan ataupun sebagai cara peringatan akan adanya kemungkinan serangan.

Banyak dari informasi ini juga penting dalam negosiasi dan untuk memonitor jumlah senjata berdasarkan perjanjian pengendalian senjata yang sudah dibuat. Dengan demikian Intelijen Pertahanan atau Militer juga dapat dilihat sebagai cabang alamiah ketiga sebagai tambahan terhadap intelijen luar negeri dan internal.

Metode pengumpulan data yang berbeda, terutama yang menggunakan cara teknis yang canggih, dapat juga memicu pembentukan suatu organisasi intelijen khusus. Ini mencakup badan intelijen pengambilan gambar (imagery), sinyal dan pemecahan sandi. NSA di AS, FAPSI di Rusia dan GCHQ di Inggris, adalah badan intelijen terbesar dan mungkin yang paling mahal.
Karena cakupan dan dampak resiko, bahaya, dan ancaman semakin transnasional, semakin banyak informasi tentang subyek yang sama dikumpulkan dengan banyak cara oleh berbagai badan intelijen yang berbeda. Batasan tradisional antara intelijen eksternal, internal dan intelijen kepolisian menjadi semakin kabur. Misi dan tujuannya saling tumpang tindih, sehingga membuka peluang untuk kesalahpahaman dan
pertentangan antara satu badan dengan yang lainnya. Telah terjadi konvergensi, terutama dalam memerangi terorisme dan kejahatan terorganisir. Oleh karena itu, pemisahan antar badan intelijen internal dan eksternal menjadi semakin artifisial dan patut dipertanyakan. Tampaknya diperlukan suatu tipe kerjasama yang lain pada tingkat Eropa dan internasional.

Sementara pemisahan mungkin masih menjadi solusi yang terbaik untuk negara besar yang mempunyai banyak badan intelijen besar, namun selain itu masih dibutuhkan usaha untuk memastikan koordinasi dan pengendalian, akses terhadap informasi satu sama lainnya yang lebih teratur, dan menjamin produksi penilaian bersama. Ini adalah alasan mengapa negara-negara yang lebih kecil dengan sumber daya yang lebih sedikit
akan lebih memilih untuk hanya mempunyai satu organisasi intelijen. Ini akan menghindari pemborosan upaya, sumber dana dan waktu; juga mencegah resiko adanya kompetisi tidak sehat antar organisasi; memudahkan kontak, pertukaran informasi dan kerja sama dengan badan intelijen asing; memfasilitasi tingkat subordinasi yang tinggi dari intelijen dalam hirarki pemerintahan dan pada akhirnya kerja sama dan
kordinasi dengan kementerian dan badan pemerintah lainya; dan juga mempermudah pengendalian serta pengawasan intelijen itu sendiri. Dar banyak contoh lainnya dapat disebutkan di sini, Spanyol dengan CNInya dan AIDV di Belanda, adalah contoh badan intelijen gabungan yang dikendalikan oleh negara, yang telah menemukan pemecahan masalahnya sendiri dalam hal berbagai aturan dan hukum yang berbeda untuk operasinya di dalam dan luar negeri.

Bagaimanapun juga, aturan yang menyatakan bahwa intelijen harus dipisahkan dari penegakan hukum, adalah sesuatu yang baik. Penegakan hukum dan badan intelijen mempunyai tujuan yang secara mendasar berbeda. Sementara tujuan dari penegakan hukum ialah untuk mendapatkan putusan hukum dalam kasus pidana tertentu, tugas dari intelijen internal ialah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai
ancaman potensial terhadap pemerintahan dan masyarakat.

Oleh karena itu, intelijen internal mungkin akan menolak untuk menangkap seorang penjahat yang telah diidentifikasi, bila ini akan membahayakan kapasitasnya dalam mengumpulkan informasi lebih lanjut. Badan intelijen juga mungkin tidak akan membuka rahasia informasi mereka dalam proses pengadilan terbuka karena mereka tidak mau membuka sumber informasi mereka.

Namun fungsi intelijen kriminal membutuhkan keahlian yang hampir sama dengan semua yang digunakan oleh badan intelijen lainnya. Dalam situasi tertentu, target dari badan intelijen internal juga terlibat dalam kejahatan terorganisir sehingga kepentingan kedua organisasi akan tumpang tindih. Akan tetapi badan intelijen umumnya tidak mempunyai otoritas untuk mengadakan penyidikan pidana, kewenangan untuk menahan, dan kewenangan untuk menggeledah rumah pribadi.

Jadi, sewaktu diketahui bahwa kejahatan telah terjadi, pengumpulan bukti dan penangkapan harus dilakukan oleh badan kepolisian yang khusus.
Yang dulunya Centro Superior de Informaciòn de la Defensa (CESID), Sekarang menjadi Centro Nacional de Inteligencia (CNI) Algemene Inlichtingen – en Veiligheidsdienst.

Akan tetapi, kebutuhan keamanan nasional dan perlindungan terhadap negara akan tampak bertentangan dengan konsep privasi, kebebasan sipil dan hak sipil yang diberikan negara itu sendiri kepada warga negaranya.82 Jelas, apabila badan intelijen domestik tidak mempunyai kewenangan yang khusus, mereka akan menemui kesulitan dalam melindungi negaranya. Sebaliknya, badan domestik yang punya kuasa yang tak terbatas akan lebih mudah dalam melindungi negara, tapi ini juga akan mengakibatkan pelanggaran hak-hak dan kebebasan sipil serta privasi warga negara yang tidak dapat diterima.

Dalam negara yang maju, pertimbangan untung dan rugi sebagai solusi dari tujuan-tujuan yang bertentangan ini harus dapat dicapai dengan cara yang benar secara politik dan hukum. Ini berarti suatu pengambilan keputusan secara sadar mengenai apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. Karena itu pemerintah harus menentukan prinsip-prinsip umum mengenai apa yang bisa diterima, memastikan bahwa prinsip ini transparan, diketahui oleh publik, dan diikuti oleh badan-badan intelijen. Pertimbangan
yang sama dapat diterapkan dengan cara yang berbeda dalam badan intelijen luar negeri. Wallahu alam.


Simak disini :

http://www.unhas.ac.id/~rhiza/arsip/org-trans/Gerakan%20Islam%20Transnasional.ppt

Menarik untuk dilihat dan dipelajari dan diwaspadai.


Kontra Intelijen adalah usaha nasional untuk mencegah badan intelijen asing dan gerakan politik yang dikendalikan kekuatan serta kelompok asing, yang sering kali didukung oleh badan intelijen lainnya agar tidak melakukan infiltrasi ke dalam lembaga negara, struktur angkatan bersenjata dan departemen Sipil di dalam maupun luar negeri melalui kegiatan sponiase, subversi dan sabotase. Apalagi targetnya bisa mencakup warga negara atau penduduk yang tidak memiliki afiliasi secara formal dengan pemerintah.
Kontra intelijen juga menangani tindakan terorisme apakah itu diawali di dalam maupun luar negeri.

Jadi kontra intelijen melintasi batas-batas domestik dan luar negeri. Kontra intelijen terdiri dari langkah-langkah yang bersifat ofensif dan defensif. Langkah defensif dilakukan melalui pencarian informasi dan menggali informasi dari pegawai negeri sipil dan pekerja, melalui penyelidikan, pemantauan atas agen-agen yang diketahui atau dicurigai, serta kegiatan-kegiatan pengintaian untuk mendeteksi dan menetralisir kehadiran badan intelijen asing. Langkah ofensif dilakukan melalui pencocokan informasi
tentang badan intelijen asing dengan modus operandinya, melalui perekrutan agen, dan memulai operasi untuk mempenetrasi, mengganggu, mengecoh dan memanipulasi badan-badan serta organisasi-organisasi terkait demi kepentingannya sendiri.

Kontra intelijen adalah bagian integral dari kesuluruhan proses intelijen yang dirancang guna memastikan apa yang dikumpulkan adalah benar, melalui evaluasi yang  berkelanjutan dari sumber dan informasi yang ada. Ini berbeda dari pengumpulan intelijen dimana kontra intelijen ada untuk menghadapi suatu ancaman, apakah itu dari badan intelijen musuh atau dari kelompok non negara, sehingga sampai sekala tertentu ia bersifat reaktif.

Hasil kontra intelijen pada umumnya tidak diproduksi dalam jangka
pendek dan walaupun ada beberapa pengecualian penyidikan kontra intelijen tidak dapat dibatasi oleh suatu periode waktu yang ditentukan.

Karena spionase itu adalah tindak pidana, beberapa kontra intelijen akan memicu operasi penegakan hukum. Namun, menangkap mata-mata dan mengungkap kemampuan pengumpulan teknis negara asing merupakan kegiatan yang lebih rumit dari sekedar menangkap penjahat domestik dan asing. Motivasi dan sumber daya yang mendukung penjahat biasa berbeda dengan apa yang digunakan untuk mendukung badan intelijen asing. Karena itu keterampilan penyelidikan pidana seringkali tidak berfungsi dalam operasi kontra intelijen.
Sebagai akibatnya, ada argumen yang kuat untuk mendukung penyatuan intelijen manusia yang ofensif dan kontra intelijen ke dalam satu organisasi tunggal, tidak ada argumen yang meyakinkan untuk mencampurkan antara kontra intelijen dan penegakkan hukum. Apalagi bila kita kaitkan dengan
pendekatan multidisipliner dalam hal pengumpulan, yakni penggunaan SIGINT dan IMINT, yang menjadi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan kontra intelijen saat ini. Wallahualam.


Berikut skema jaringan JI sumbangan dari senopati intel :

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost

Kebenarannya skema sendiri, silakah cek ricek sendiri seperti biasa.

Catatan : Mr. Oman Rahman alias Abu Sulaiman alias Aman Abdurahman, Lc eks imam masjid/guru yayasan Al Sofwa Jakarta sudah dibebaskan dari LP, jadi waspadalah…

Wallahu alam.


Bismilah

Menyebut kata ‘intelijen’, pertama kali yang tergambar dan terlintas dalam benak kebanyakan orang, hampir bisa dipastikan adalah sesuatu yang berhubungan dengan mata-mata atau spionase, militer, keamanan dan stereotip lainnya. Padahal intelijen tidak hanya urusan spionase, militer, dan keamanan. Memang kegiatan mata-mata merupakan salah satu bagian dari aktifitas intelijen. Sangat tidak utuh dan terlalu naif kalau kita melihat intelijen hanya sekedar urusan mata-mata atau nginteli saja.

Distorsi pemaknaan terhadap intelijen di masyarakat kita, terutama bagi mereka yang pernah mempunyai pengalaman kurang baik (korban) akibat ekses dari kegiatan intelijen di masa lalu dapat dimaklumi. Mereka mungkin pernah mengalami trauma akibat tindakan represif aparat di lapangan. Selain urusan mata-mata, asumsi umum juga mengatakan, intelijen tidak lebih hanya sebagai alat penguasa untuk mengawasi dan mematai-matai kelompok-kelompok kritis, seperti mahasiswa, LSM, aktifis partai, organisasi buruh dan belakangan kelompok keagamaan yang dicurigai sebagai kelompok teroris.

Hal ini berbeda dengan persepsi masyarakat di berbagai negara lain. Seperti Amerika Serikat, China, Singapura, Israel, Inggris dan  negara-negara di Eropa lainnya. Bahkan kurikulum pelajaran anak Sekolah Dasar di Singapura, 25 persennya intelijen minded. Di AS, banyak dijumpai film dengan latar belakang lika-liku kehidupan seorang agen intelijen, di Inggris ada James Bond, di China ada ahli strategi perang legendaris Sun Tzu yang banyak mengilhami doktrin-doktrin intelijen. Pendeknya, di negara-negara maju dan kuat, intelijen tidak dipandang sebelah mata. Intelijen merupakan faktor penting untuk membangun negara bangsa agar kuat dan mampu berkompetisi serta eksis di tengah persaingan global.

Tidak heran bila ada ungkapan; kuat dan tidaknya negara tergantung pada dari kuat dan tidaknya institusi intelijen yang dimiliki oleh negara tersebut. AS mempunyai Central Intelligence Agency (CIA) yang kegiatan intelijennya hampir 90 persen di luar negeri. Itu berarti, sasaran attacking intelligence CIA adalah negara kompetitor dan penggalangannya dilakukan ke berbagai negara di belahan dunia demi kepentingan nasional AS. Negara Israel mempunyai Mossad yang diakui kehebatannya oleh dunia. Bayangkan, negara kecil yang hidup dikelilingi oleh musuh-musuhnya (negara-negara Arab) bisa eksis sampai sekarang. Lalu bagaimana dengan intelijen kita?

Persepsi yang kurang tepat terhadap istilah intelijen saya kira perlu diluruskan, agar intelijen ditempatkan pada kerangka pemahaman yang sesuai dengan proporsinya. Sehingga ketika mendengar kata intelijen, tidak lagi dipandang secara sinis dan negative thinking. Pemahaman yang benar atas makna intelijen sangat penting dalam rangka membangun iklim yang kondusif dan sinergis antara masyarakat dan komunitas intelijen negara. Sebab intelijen itu hanya untuk loyal kepada negara yang berkewajiban untuk mengamankan negara. Sejatinya, intelligence attacking hanya ditujukan kepada pihak lawan, musuh dan kompetitor yang dipandang berpotensi dan dapat mengancam keselamatan serta kepentingan nasional negara. Rakyat, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya bukanlah musuh negara, namun sebaliknya warga negara yang harus dilindungi hak-haknya.

Lalu makhluk apa sebenarnya intelijen itu? Dari segi bahasa, kata intelijen berasal dari bahasa Inggris yaitu intelligence yang artinya kecerdasan. Jadi intelijen sebenarnya lebih dekat dengan wilayah  kecerdasan, pikiran atau otak, bukan hanya mengandalkan kekuatan otot semata. Jadi kalau kita mendengar kata-kata perang intelijen, berarti yang dimaksud tidak jauh dari sekitar perang urat syaraf, perang pikiran, perang psikologis dan perang secara tidak kelihatan atau perang yang tidak nampak (silent warfare). Kesemua jenis perang tersebut, tidak mengandalkan pada perang fisik dengan melakukan penggelaran militer, namun kesemuanya menggandalkan taktik dan strategi pikiran yang membutuhkan kecerdasan (meski perang militer juga menggunakan taktik dan strategi).

Jadi, intelijen bisa didefinisikan sebagai kegiatan mengumpulkan informasi, data, fakta, dan bahan keterangan baik secara terbuka maupun tertutup (namun kebanyakan dengan cara tertutup atau rahasia). Setelah informasi tersebut diperoleh, kemudian dianalisa, dievaluasi dan difafsirkan untuk disajikan kepada end user atau pengambil kebijakan sebagai pihak pengguna jasa intelijen. Informasi yang sudah dianalisa disebut merupakan produk intelijen, yang berupa prediksi atau prakiraan terhadap situasi dan kondisi yang akan terjadi dimasa datang dalam jangka pendek dan menengah. Selain prediksi, produk intelijen juga berisi saran tentang problem solving atas suatu persoalan.

Dari sinilah analisa intelijen itu sangat penting sekali. Seorang analis intelijen harus benar-benar menguasai persoalan dan mempunyai kapasitas intelektual yang multidisplin agar menghasilkan produk intelijen yang baik. Produk intelijen yang dihasilkan pada dasarnya adalah peringatan dini terhadap ancaman (early warning system) sebagai langkah untuk menghindari apa yang disebut pendadakan strategis (strategic surprise). Muatan dari produk intelijen yang kedua adalah bagaimana memenangkan sebuah persaingan, hal ini banyak dipergunakan dalam intelijen bisnis atau competitive intelligence. wallahu alam.


Bismillah…

Setelah membaca artikel myquran di situs tukpencarialhaq, satu demi satu. Kita bisa mengikuti perkembangan kejadian demi kejadian dari artikel menyangkut sepak terjang situs myquran, alhamdulillah bukti-bukti yg ditampilkan di situs tukpencari alhaq telah menunjukkan bahwa serapat-rapat menyimpan bangkai toh akhirnya akan ketahuan juga.  Apalagi hal itu menyangkut kemaha Sucian Allah, kehormatan Rasulullah, kemuliaan Al Qur’an yg dijadikan bahan cemoohan dan ejekan org kafir dan corong kekafirannya.

Si exbloz sang moderator mykuran telah “menghilang” (diamankan?), akan tetapi masih tersisa rasa penasaran di hati kita, kenapa di myQuran 3 tdk dibahas ttg siapa rekan exblop yg selama ini menjadi informannya, user aktif mykuran yg dia menamakan dirinya sebagai abu fauzan dengan emailnya theboyssz2nd@yahoo.com ? Info itu sempat dimunculkan, tetapi buru2 diamankan, mgkn takut ketahuan pribadinya ? http://myquran.org/forum/index.php/topic,586.msg599045.html#msg599045

Penasaran sekalikah sama si abu fauzan itu, yg katanya bisa mengakses informasi dari kalangan guru-guru salafiyin itu yang berposisi sebagai intelijen bagi jaringan tetangga itu ?

Apatah lagi paska muncul artikel myquran di situs tukpencarialhaq, si Abu Fauzan menulis pesan di situs kroninya http://www.abuaisyah.org/2008/06/27/menjawab-blog-fakta-yang-masuk-jebakan/ :
# 5 Abu Fauzan theboyssz2nd[at]yahoo.com Says:
June 27th, 2008 at 7:45 pm
“hoyoh..hoyoh…selamat ya akh sudah masuk faktablogsome barengan ana…kekeke :p Barakallahu fiik….kita doakan saja semoga aib sang admin fakta tidak disebarkan pula oleh orang lain….dan mari perbaiki diri-diri kita juga memohon pada Allah ta’ala agar senantiasa memperbaiki diri-diri kita….otreee…..
jazakallahu khoyron…
sengaja ana tampilin theboyssz2nd di comment ini agar mereka senang gembira kalau baca comment ini…..lumayan…biar faktablogsomenya tetep eksis….walaupun sudah banyak nasehat dari asatidzah…..”

Marilah kita mencari Abu Fauzan
Dari telisik ala tim senopati intelijen, nama “abu fauzan” nangkring di situs yahoo sbb :

http://profiles.yahoo.com/theboyssz2nd/

“Mahasiswa Teknik Elektro ITS”

Telisik punya telisik, para telik sandi menemukan kemungkinan abu fauzan yang ITS Elektro itu beralamat e-mail abufauzan@elect-eng.its.ac.id http://ww.its.ac.id/tanggapanberita.php?newsid=3109 ?
“Abu Fauzan (abufauzan [at] elect-eng.its.ac.id) pada 22 September 2006: yg gondrong di elektro itu pak abdullah al kaff, tapi dia gak semuda pak eka yg keren ini oom”

Atau yang ini ? http://www.its.ac.id/tanggapanberita.php?newsid=3554 Muhammad Reza ‘Abdulhaqq bere-email Abu Fauzan :
“Muhammad Reza ‘Abdulhaqq (abufauzan [at] elect-eng.its.ac.id) pada 14 April 2007: wow keren rektornya kelahiran Klaten…..hehehe…vivat Klaten!”

Diketemukan juga yang bernama abu fauzan, nampak kuliah di ITS elektro http://forum.alilmu.com/…/ warga-baru-kenalan-dulu-disini-ya-baarokallohufiik!/?action=printpage :
“Nama ana Muhammad Reza A, punya kuniah Abu Fauzan Asli Klaten. tinggal di Surabaya, Kuliah di ITS semester 3 satu tempat taklim sama Akh Rengga di Unair”

Kalau diperhatikan dari sini sih http://darussalaf.org/myguestbook.php?start=456, memang si abu fauzan mengaku e-mailnya YMnya theboyssz2nd dan emailnya abufauzan@elect-eng.its.ac.id.
“Abu Fauzan 2006-11-01 22:05:31 Barakallahu Fiikum, ya Ustadz Muhammad, kami sangat senang mendengarkan muhadhoroh anda lewat MP3, walaupun kami baru sesekali bermajelis dengan anda, namun kami mendapatkan faidah2 ilmu berharga dari Anda. Jazakumullahu Khoyron katsiran, pada Ustadz Muhammad dan Asatidz pembawa Dakwah Salafiyyah yang Lain atas faidah-faidah berharga yg kami dapatkan Semoga Allah memberi hidayah untuk rujuk kepada Manhaj salaf kepada setiap orang yang menyimpang, Ana juga mau ngucapin Barakallahu Laka wa Baraka ‘alaika wa jama’a baynakuma fii Khoyr buat Akh Heri/T.Material ITS-Klaten yang Insya Allah nikah tgl 20 Nop ini Barakallahu Fiikum jamii’an”

Berarti benar Abu Fauzan Muhammad Reza nama aslinya http://www.its.ac.id/tanggapanberita.php?newsid=3151
“Abu Fauzan Muhammad Reza (abufauzan [at] elect-eng.its.ac.id) pada 25 Oktober 2006: hmm….kapan ya himatektro bisa ngadain acara kayak gini…hehehe”

Berarti dia jugalah yang ada di artikel abusalma “BUKAN PEMBELAAN TEHADAP BA’ABDUH, NAMUN PEMBELAAN TERHADAP SALAFIYAH”, komentar nomor 12:
Abu Fauzan Muhammad Reza Abdulhaqq Berkata:
Nopember 26, 2006 pada 8:52 pm
Mas rachdie ahsan comment2 di blogznya disaring dulu, jangan langsung dilihatkan, demi kemaslahatan
barakallahu fiik ((http://abusalma.wordpress.com/2006/11/09/koreksi-buku-%e2%80%9csiapa-teroris-siapa-khowarij%e2%80%9d-1/ )”.

Berarti dia pun salah satu anggota forum AsSunnah nomor 77 sejak 27 Oktober 2007 “http://forum.assunnah.web.id/profile.php?mode=viewprofile&u=77″
Detailnya: “Profil :: Muhammad Reza Abdulhaqq Bergabung Sejak: 27 Okt 2007 Lokasi: Surabaya Pekerjaan: Mahasiswa ID Yahoo: theboyssz2nd”

Lewat situs pertemanan, penonton juga mudah menemukan namanya “muhammad reza” umurnya disebutkan 23 tahun ketika menjadi anggota friendster:

http://profiles.friendster.com/18465296

Berarti ada kaitannya blog http://muhammadreza.wordpress.com/ dengan Muhammad Reza Abdulhaqq, ya nama itu amat unik dan mudah dikait-kaitkan.

Daya jelajah abu fauzan
Beberapa hari lalu, sebagian rekan yang aktif di buku tamu darussalaf.org, dibombardir sama orang yg ngaku namanya “saras 2010″, “saras intel”. Si do’i mengaku “daya jelajah luas”, siapa dia ?

Mari kita perhatikan ketika informan eks moderator mykuran ini, seide sama eksblop yang juga pemaen game, anime, suka nonton TV di SBO TV grupnya JTV http://myquran.org/forum/index.php/topic,39277.msg1110111.html 26 Mei 2008, 22:40:42 :
“Bagaimana tanggapan ikhwah sekalian tentang acara Freeday Friday SBO TV yang sepertinya malah ngajarin seks bebas…di acara itu adanya cuman ngobrol ngalor ngidul tentang seks yang gag ada juntrungannya….”

Bagaimana jika sang informan kesal bermain PS sewaannya, seide sama eksblop yang juga pemain game  ? http://myquran.org/forum/index.php/topic,30195.msg752114.html#msg752114 10 November 2007, 19:55:11
“Kemarin ke rentalan, nyewa PES 2008 eh ternyata gamenya ndak sebaik versi sebelum2nya Gambarnya itu loh yang bikin nyesel, kayak kartun malahan, dipermainannya pun jelek, masa’ mau nembak ke gawang tendangannya “tleser” terus huhh Hiks.. PES 2008 memang buruk!!!”

Informasi lebih detil tentangnya, setelah kita tahu Abu Fauzan asal dari Klaten, kuliah di ITS. Pada Januari 20th, 2008 pada 1:40 pm, seorang yang mengaku identik, abu fauzan mengaku asal dari Klaten Utara, “deket proliman mBramen”. Kuliah di ITS semester 3, dulu di SMA 1 Klaten. Kita dapat melihat pengakuannya di buku tamu situs link sururi http://wahonot.wordpress.com/about/.

Luas jangkauan, sampe-sampe bisa masuk ke situs Wira Mandiri, situs al Ilmu.info, yang menukil sebuah informasi: “….Info dari Akh Abu Fauzan Muhammad Reza via YM dari Surabaya. Sumber: wira.co.nr”

Masya Allah, dengan sedikit paparan di atas, ternyata Abu Fauzan Muhammad Reza Abdulhaqq benar-benar luas jangkauannya.

Aktif di myquran dan exblopznya, ada pula di friendster, terdapat pula di forum Assunnah, nampak di buku tamu Darussalaf.

Pun akrab dengan situs Wahonot yang melink situs-situs hizbi Irsyadi Turotsi, memberikan informasi ke wira.co.nr tentang acara daurah guru kita di sidoarjo KEMANAKAH KITA HARUS MENCARI ILMU Ahad, 20 Januari 2008. al-ilmu.info/sidoarjo/ dauroh-sidoarjo-kemanakah-kita-harus-mencari-ilmu

Kesimpulan

Abu fauzan, beremail theboyssz2nd@yahoo.com, abufauzan@elect-eng.its.ac.id. Abu Fauzan lihai masuk ke sana, masuk ke sini, ada di sana ada pula di sini. Nampaknya, elastisitas dakwah adalah modal utamanya agar bisa diterima dan dipercaya oleh semua pihak.

Lalu kepada siapa abu fauzan muhammad reza abdulhaqq sebenarnya dia berwala’? Allahu a’lam. Tapi yg jelas dia tipe intelijen alias penyusuf yang boleh jadi memiliki koneksi dengan “Saras 2010″ alias “Saras Intel”. wallahu alam.

Anti saras 2010


Menjaga Rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasanya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, ” Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhianat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

”Jika seseorang menceritakan suatu peristiwa kemudian ia berpaling, maka cerita itu menjadi amanah.” (HR At-Turmudzi).

Dalam pergaulan sehari-hari, kita sering mendengar cerita dari rekan ataupun sahabat tentang diri mereka dan juga orang lain. Sadar atau tidak, sebenarnya cerita-cerita tersebut menjadi amanah buat kita. Karena dipandang sebagai amanah, itu menjadi rahasia yang harus dijaga.

Setiap cerita yang sampai kepada kita pada dasarnya semua adalah amanah. Tak hirau apakah itu benar atau salah. Keduanya harus dirahasiakan, dalam arti tidak memberitahukan kepada orang yang tidak berhak untuk mengetahuinya.

Apalagi, jika cerita itu menyangkut hal negatif. Jika cerita itu benar, berarti itu merupakan suatu aib. Tentu, ia akan merasa malu manakala orang lain mengetahuinya. Maka dari itu, kita diperintahkan untuk tidak menyebarluaskan aib saudara kita.

Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat kelak.” (HR Ibnu Majah).

Adapun jika cerita itu tidak benar, berarti itu adalah kebohongan. Membicarakan tentangnya sama saja kita telah menyebarkan berita dusta. Dan, ini adalah bentuk pengkhianatan yang paling besar. Karena, kalau pun benar adanya, ia disebut berkhianat sebab ia menceritakan apa yang seharusnya tidak diceritakan. Apalagi kalau tidak benar adanya.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda, ”Khianat terbesar adalah ketika engkau membicarakan saudaramu perkara yang bagimu itu menganggap dirimu jujur, padahal baginya dirimu adalah pembohong.” (HR Bukhari).

Oleh karenanya, untuk menghindari terbuka pintu-pintu dosa dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat lidah, lebih baik memilih diam daripada harus terjebak pada dusta. Inilah cara menjaga rahasia tersebut. Dan, orang yang tidak bisa menjaga rahasia, hakikatnya telah terhimpun tiga tanda kemunafikan dalam dirinya.

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, ”Tanda orang munafik ada tiga; Jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika dipercaya ia khianat.” (HR Bukhari).

Dalam soal menyimpan rahasia, menceritakan, atau tetap menyimpan tak ada bedanya. Justru, menjadi ‘ngember’ mengumbar rahasia. Cobalah posisikan diri kita di tempat orang yang kita bocorkan rahasianya. Bukankah teramat menyakitkan ?

Wallahu alam.


Berikut sebagian adab-adab Islam dalam peperangan  :

1. Menjaga rahasia
Bukhari meriwayatkan dari Ka’ab bin Malik tentang cerita tertinggalnya dari perang Tabuk beliau berkata: “Rosulullah tidaklah pernah mau berperang kecuali beliau sembunyikan dari orang lain, sampai ketika itu peperangan yang akan dimulai. Rasulullah pada cuaca yang sangat panas, perjalanannya sangat jauh dan musuh yang sangat banyak, maka Rasulullah pun memberitahukan kepada kaum muslimin supaya mereka mempersiapkan peperangan dan beliau memberitahukan tujuannya.” (Al-Bukhari VI/80 dan Muslim: 2769)

2. Siasat
Rasulullah saw. Bersabda: “Perang itu adalah tipu daya.” (Al-Bukhari VI/110, Muslim:1739, Abu Dawud: 2636 dan At-Tirmidzi: 1675)

Imam Al-Mubarakfuri: ”Imam An-Nawawi berkata:”Para ulama’ bersepakat atas bolehnya menipu orang-orang kafir dalam peperangan jika memungkinkan kecuali jika mengandung unsur pengkhianatan terhadap janji atau jaminan keamanan, maka hal itu tidak halal.”

Ath-Thobari berkata:”Penipuan yang diperbolehkan dalam peperangan adalah penipuan yang berupa kiasan dan bukan penipuan yang sebenarnya, sesungguhnya berdusta yang sebenarnya itu tidak halal.” An-Nawawi berkata:”Yang dzohir dari nash hadits adalah boleh melakukan penipuan yang sebenarnya. Akan tetapi lebih utama cukup menggunakan kiasan.” Dan Ibnul-‘Arobi berkata:”Berbohong dalam peperangan yang dikecualikan dan diperbolehkan dengan nash adalah merupakan bentuk kasih sayang terhadap umat Islam kerana mereka memerlukannya, dan akal tidak berhak menentukan atas bolehnya, jika diperbolehkannya berbohong itu berlandaskan akal (bukan kerana nash) maka hukum berbohong itu tidak akan berubah menjadi halal.”

3. Psy-war dalam peperangan
Ibnu Taimiyah pernah ditanya:”Apakah seorang tentara itu boleh memakai sesuatu dari sutera, emas dan perak ketika berperang atau ketika datang utusan musuh kepada kaum muslimin?” Maka beliau menjawab:”Al-Hamdulillah. Adapun memakai sutera ketika perang kerana darurat, maka para ulama’ bersepakat bahawa hal itu boleh seperti jika tidak ada yang lain sebagai penggantinya untuk senjata atau penjagaan. Adapun memakai sutera untuk menggentarkan musuh, para ulama berselisih pendapat menjadi dua pendapat: yang paling kuat adalah baahwasanya hal itu boleh, karena sesungguhnya pernah tentera syam mengirim surat kepada Umar ibnul Khothob yang berbunyi:”Sesungguhnya kami apabila bertemu dengan musuh yang menutupi senjata mereka dengan sutera, kami merasa gentar karenanya.” Maka Umar mengirim surat kepada mereka:”Kalian tutuplah senjata kalian dengan sutera sebagaimana mereka juga menutupinya dengan sutera!”

Dan juga kerana memakai kain sutera itu mengandungi unsur psy-war dan Allah mencintai “congkak” dalam peperangan sebagaimana yang terdapat dalam As-Sunan dari Nabi bahwasanya beliau bersabda:
”Sesungguhnya kesombongan itu ada yang dicintai Allah dan ada yang dibenci Allah. Adapun kesombongan yang dicintai Allah adalah kesombongan seseorang dalam pertempuran dan ketika sedekah, dan kesombongan yang dibenci Allah adalah kesombongan dalam kesemena-menaan dan berbangga.” (Musnad Imam Ahmad V/445, Sunan An-Nasa’I V/58, Sunan At-Tirmidzi no. hadits: 2642, Tuhfatul Ahwadzi VII/320 dan Sunan Abi Dawud no. hadits: 114, III/114) Dan ketika perang Uhud, Abu Dujanah melakukan kesombongan antara barisan kaum muslimin dan orang-orang kafir, maka Rosululloh bersabda:”Sesungguhnya berjalan seperti itu dibenci oleh Allah kecuali di tempat ini.”

4. Menyebar mata-mata

5. Tahridh (membangkitkan semangat)

6. Bai’atul maut

Dalam sebuah hadits dari Jabir ra. Beliau berkata:” Kami ketika perang Hudaibiyah berjumlah 1400 orang lalu kami berbai’at kepada Rasulullah saw., sedangkan Umar mengambil tangan beliau di bawah pohon yang bernama Samuroh.” Ia berkata:”Kami berbai’at kepada beliau untuk tidak lari, dan kami tidak berbai’at kepada beliau untuk mati.” (Shohih Muslim III/1483)

An-Nawawi berkata:”Dan dalam riwayat Salamah bahawasanya mereka ketika itu berbai’at untuk mati.” (Al-Bukhori no. 2960, Fathul Bari VI/117)

Para ulama’ berkata:”semua riwayat ini erti dan maksudnya terkumpul dalam satu makna, adapun berbaiat untuk tidak lari ertinya adalah bersabar sampai menang melawan musuh kita atau mati, dan inilah erti baiat untuk mati, iaitu sabar walaupun hal itu menyebabkan kematian, bukan yang menjadi tujuan kematian itu sendiri. Begitu pula bai’at untuk berjihad, ertinya adalah bersabar dalam berjihad.” (Syarhun Nawawi ‘ala Shohih Muslim XIII/2,6 lihat pula Hawasyi Tuhfatil Muhtaj ‘alal Minhaj IX/ 239)

7. Bendera
Dalam Shohih Bukhori disebutkan, dari Abu Hazim beliau berkata:” Sahl bin Sa’ad bercerita kepadaku bahawasanya Rosululloh bersabda pada perang Khoibar:

“Besok akan kuberikan bendera kepada orang yang Allah berikan kemenangan melalui tangannya lantaran cinta Allah da Rosul-Nya.” Abu Hazim berkata:”Lalu pada malam itu orang-orang membincangkan siapa kiranya yang akan diberikan bendera itu.” Lalu Rosululloh bersabda:”Mana Ali bin Abi Tholib?” Maka dijawab:”Wahai Rosululloh, dia sakit matanya.” Maka beliau bersabda:”Panggilah dia!” Maka setelah didatangkan, beliau meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka sembuhlah dia sampai seakan-akan belum kena sakit, lalu benderapun diberikan kepadanya.

Lalu Ali berkata:” Wahai Rosulullah, apakah kuperangi mereka sampai mereka menjadi seperti kita?” Beliau menjawab:”Janganlah tergesa-gesa, jika engkau sampai ke perkampungan mereka, ajaklah mereka masuk Islam. Lalu beritahukan kepada mereka tentang hak Allah atas mereka yang harus dilaksanakan. Demi Allah jika Allah membirikan hidayah kepada seseorang lantaran engkau, hal itu lebih baik dari pada unta merah.” (Al-Bukhori no. 4210 dan Muslim IV/1871)

Al-Hafidz berkata:”Hadits-hadits ini menunjukkan atas sunnahnya membawa bendera dalam peperangan dan bahawasanya bendera itu dipegang oleh pemimpin atau orang yang ditunjuk olehnya ketika peperangan. (Fathul Bari VI/129)

Dalam hadits Anas disebutkan:”Bendera diambil oleh Zaid bin Haritsah lalu ia terkena kemudian diambil Ja’far lalu ia terkena …….. (Fathul Bari VI/129)

8. Membentuk barisan
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam keadaan berbaris, seolah-olah meereka bangunan yang kokoh.” (Ash-Shof: 4)

Dari Hamzah bin Abi Usaid beliau berkata dari bapanya bahawasanya ketika kami membentuk barisan untuk menghadapi pasukan Quraisy dan mereka membentuk barisan untuk menghadaoi kami, Rosululloh bersabda: “Jika mereka mendekat maka panahlah!” (Al-Bukhori VI/68 dalam kitab Jihad bab At-Tahridl ‘alar Romyi)

Abu Ishaq berkata:”Aku mendengar Al-Barro’ bin ‘Azib berkata:”Pada saat perang Uhud, Nabi saw. Menjadikan Abdulloh bin Jubair sebagai pemimpin sebuah pasukan pejalan kaki yang berjumlah lima puluh orang, lalu beliau bersabda:”Jika kalian melihat kami telah mundur kalah, tetaplah kalian di tempat kalian sampai kukirim utusan kepada kalian dan jika kalian melihat kami menang dan mengalahkan musuh, tetaplah kalian di tempat kalian sampai kukirim utusan kepada k…………(Diriwayatkan Al-Bukhori VI/113,114 dalam kitab Jihad bab maa yukrohu minat tanazu’ wal ikhtilaf fil harb, dalam kitab Al-Maghozi bab fadli man syahida badron dan bab ghozwatu Uhud dan bab idz tush’idun walaa talwuuna ‘alaa ahadin dan dalam kitab tafsir surat Ali ‘Imron bab ayat: war rosuulu yad’ulum fii ukhrokum)

9. Syi’ar
Dalam hadits yang diriwayatkan Al-Muhallab bin Abi Shufroh ra. Dari orang yang mendengar dari Nabi saw., bahawasanya beliau berkata:

“Jika musuh menyergap pada malam hari maka katakanlah haa miim laayunshorun!”(Jami’ul Ushul II/573 no. 1053, At-Tirmidzi no. 1682 dalam kitabul Jihad bab maa jaa’a fisy syi’ar dan isnadnya hasan, Abu dawud no. 2597, Ahmad IV/65,V/377 dan dishohihkan oleh Al-Hakim II/107 Dan Ibnu Katsir menyebutkannya dalam tafsir beliau IV/69 dari Abu Dawud dan At-Turmudzi dan beliau berkata:”Hadits ini sanadnya shohih.”)

Wallahu alam.




Visitor

statisfy('e03XncrNoawQwIEgbEnnRMQ3QAosTxcj');
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.