Arti sebuah kata “Intelijen”

02Mar07

Apa sih intelijen ?

Intelijen atau dinas rahasia (secret service) adalah bagian yang integral dari fungsi pemerintahan yang penting untuk setiap negara . Kini tantangan keamanan nasional dan internasional semakin kompleks sehingga memerlukan adanya intelijen yang profesional.

Memang antara mempromosikan keterbukaan informasi kepada publik di negara modern, amat jauh bertentangan dengan hakekat fungsi intelijen yang meniscayakan kerahasiaan. Inilah tantangan permanen yang harus disikapi secara cerdas dan bijak oleh para pembuat dan pelaksana kebijakan publik khususnya dalam sektor keamanan.

Tidak dapat disangkal bahwa akan terus terjadi tarik-menarik dan perdebatan yang tajam antara pemerintah suatu negara yang mengutamakan keamanan nasional, kelompok rakyat yang ingin memperoleh jaminan bahwa legislasi di bidang intelijen tidak akan mengarah pada legalisasi pelanggaran hak azasi manusia dan pengebirian kebebasan sipil.

Terjadilah perdebatan antara segi manfaat dari kedua pihak tersebut, namun sikap saling menghargai diharapkan bisa mengakomodasi baik kepentingan keamanan nasional maupun keamanan warganya.

Ada tiga hal penting yang menjadi ukuran keberhasilan dalam pengawasan terhadap kinerja intelijen. Ketiga hal tersebut adalah jaminan adanya kepatuhan kepada hukum, proporsionalitas tindakan dan ukuran kepatutan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang yang bersifat rahasia.

Pemerintah di negara- negara seperti Indonesia bisa menganggap kriteria ini sebagai kendala untuk menjamin efektifitas kerja intelijen, tetapi pada saat yang sama hak azasi dan kenyamanan warga hanya bisa dilindungi melalui penggunaan prinsip-prinsip di atas.

Dari pengalaman negara-negara maju, sekurang-kurangnya ada empat jenis atau lapisan pengendalian atau pengawasan yang dilakukan terhadap kinerja intelijen. Keempat jenis pengendalian atau pengawasan itu dilakukan oleh eksekutif, legislatif, pengadilan serta pengawasan informal dan tidak langsung oleh publik.

Tetapi perlu juga dicatat bahwa pengawasan yang kaku dan berlebihan terhadap intelijen dalam menghadapi kompleksitas ancaman terhadap keamanan nasional bisa menjadi kendala untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum sebuah ancaman menjadi kejutan strategis yang fatal sifatnya.

Namun apakah intelijen itu? Ada banyak definisi yang tersedia.

Dalam penggunaan umum, intelijen berkenaan dengan tiga hal (1) pengetahuan khusus, (2) jenis organisasi yang menghasilkan pengetahuan tersebut dan (3) kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

Dalam artian yang lebih sempit, intelijen adalah bagian dari suatu kategori informasi yang lebih luas yang, dalam hirarki teori manajemen informasi modern, merupakan satu langkah dalam rantai penciptaan nilai, diawali dengan data yang kemudian menjadi informasi, dan selanjutnya pengetahuan serta akhirnya berpuncak pada kebijaksanaan. Karena pengetahuan ada pada pengguna dan bukan pada sekumpulan informasi, hanya manusia yang dapat mengambil peranan kunci dalam pembuatan pengetahuan. Informasi, yang selalu tersedia lebih banyak sehingga lebih murah, telah menjadi satu-satunya faktor produksi. yang nilainya meningkat melalui penggunaannya.

Selanjutnya, semakin banyak orang yang bekerja dengan data dan informasi yang sama semakin besar pula nilai pengetahuan yang mereka bisa dapatkan dari data dan informasi tersebut. Jadi, bila informasi adalah apapun yang dapat diketahui, terlepas dari cara untuk mendapatkannya, intelijen mengacu pada pengetahuan yang memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau dipahami dari para pembuat kebijakan dan pada keseluruhan proses dimana data dan informasi diidentifikasi, didapatkan dan dianalisa untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Sebagian besar keluaran (output) intelijen memiliki elemen pengolahan (processing) yang signifikan, dan hal inilah yang tercermin dalam pembedaan di kalangan militer antara “data yang belum diolah dari berbagai uraian”, yang didefiniskan sebagai informasi, dan “produk yang dihasilkan dari pengolahan informasi tersebut”, yang didefinisikan sebagai intelijen.

Jadi semua intelijen adalah informasi, namun tidak semua informasi adalah intelijen.

Dibanding dengan berbagai informasi dari sumber-sumber diplomatik atau lainnya, intelijen bekerja lebih banyak dengan mendorong daripada menarik dan pengolahannya memberikan nilai tambah kepada bukti yang dikumpulkan. Konsekuensi dari hal ini adalah kecenderungan intelijen untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dimana di dalamnya juga terdapat elemen penyembunyian atau penipuan. Tingkat pengolahannya beragam. Banyak dokumen yang diperoleh dan pesan yang disadap secara rahasia masih perlu ditafsirkan secara hati-hati. Beberapa di antaranya cukup transparan, namun inipun membutuhkan penafsiran lebih lanjut.

Apalagi mengingat informasi intelijen adalah keluaran yang dirangkai dari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang spesifik, intelijen harus membujuk konsumennya melalui ketrampilan penyampaian secara analitik berupa rangkaian bukti, asumsi, dan kesimpulan. Lebih jauh lagi analisis kesempatandigunakan untuk mengidentifikasikan kesempatan atau kerentanan yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengusulkan suatu kebijakan, merencanakan suatu intervensi, atau melakukan operasi gabungan.

Jadi yang membedakan intelijen dari informasi yang sifatnya hanya melaporkan dan memberitakan adalah tekanannya pada analisis, presentasi dan persuasi. Selain itu, penekanan dalam pengolahan ini diperkuat pula oleh peranannya untuk membuat perkiraan ke depan karena nilai terbesar intelijen adalah sebagai pemandu dalam memahami masa depan.

Dengan demikian intelijen itu ibarat arkeologi, yakni bagaimana menafsirkan bukti dan menemukannya.

Kecerdasan dalam arti luas membedakan intelijen dari informasi dan data- walaupun intelijen yang terbaik sekalipun tidak menjamin adanya kebijaksanaan. Kendati demikian gagasan intelijen sebagai pertimbangan dan ramalan yang obyektif harusl mendapat pengakuan dan posisi penting, bukan hanya dalam konsep tatanan internasional tetapi lebih dari itu dalam cakupan multilateral kerjasama internasional.

Wallahualam.



No Responses Yet to “Arti sebuah kata “Intelijen””

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: