Rahasia itu akan menyiksamu

16Dec07

“Menjaga Rahasia” dan “Menyimpan Rahasia” adalah hal yang berbeda. Menjaga rahasia lebih dianjurkan karena mengarah kepada kebaikan melindungi suatu kebaikan tetap diketahui baik. Sedangkan menyimpan rahasia adalah mempertahankan sesuatu yang harus diketahui orang lain untuk kebaikan, tetap menjadi rahasia yang menyiksa.

Maaf jika telah membuat Anda tersentak dengan judul ini.  Coba Anda memperhatikan sekeliling Anda. Apakah Anda melihat teman, sahabat, kerabat atau orang yang sangat dekat dengan Anda bersikap di luar kebiasaan akhir – akhir ini (menurut penglihatan Anda) ?

Mereka tiba – tiba menjadi tertutup dan cenderung kehilangan konsentrasi. Setiap kali Anda menanyakan perubahan mereka, selalu mereka mengalihkan pembicaraan atau menjadi bete.

Atau bahkan Anda sedang mengalaminya sendiri ?

Anda atau siapa pun pasti bisa menebak bahwa seseorang yang berperilaku pendiam di luar kebiasaan, pastilah sedang menyimpan permasalahan yang sedang dirahasiakan.

Beruntung bagi mereka yang memiliki orang – orang penyayang yang setia mendampingi dan menghibur di kala gundah, akan cepat keluar dari penderitaan. Mereka akan cepat melepaskan rahasia yang menghimpit.

Sebaliknya, akan menjadi malapetaka bagi mereka yang sedang menanggung beban rahasia, tetapi tidak memiliki penghibur atau tempat berkeluh kesah yang terpercaya.

Kalimat spontan yang selalu terpikir dan terucapkan, bila kita bertemu atau berurusan dengan orang yang berperilaku seperti tersebut di atas, adalah : “Ada apa sih, kenapa koq akhir – akhir ini kamu kelihatan beda ? Kalau kamu ada masalah, bicara saja ke aku, barangkali aku bisa bantu.” Itu bila kita berhadapan dengan orang – orang baik yang selalu berfikiran positif.

Lain halnya jika sedang berhadapan dengan pribadi temperamental, akan jadi lain masalahnya : “Kamu kenapa diam aja dan menghindar kalau ketemu aku. Memang aku salah apa sama kamu ?” Atau “Kamu tuh maunya apa sih, kalau ada masalah ngomong donk. Kamu kan punya mulut, jangan bikin aku kesel deh.”

Inti dari permasalahan ini sebenarnya adalah masalah komunikasi. Seseorang yang mampu berkomunikasi baik dan efektif tidak akan tersikasa dengan hal yang harus dirahasiakannya. Seseorang dengan pribadi tertutup akan selalu menjadi korban rahasia yang disimpannya sendiri. Dan biasanya orang dengan pribadi tertutup cenderung mengalami kesulitan berkomunikasi, dan sulit mempercayai orang.

Meskipun sikap tutup mulut atau menjaga rahasia itu terkadang baik jika dengan tujuan untuk menyelamatkan reputasi seseorang yang kita ketahui bahwa orang tersebut memang layak dan sepantasnya untuk diselamatkan, namun lebih sering tindakan tutup mulut (menyimpan rahasia) menjadi bumerang bagi mereka yang mengalami kesulitan berkomunikasi. Sesuai kodrat dasar manusia yang suka menebak – nebak atau bergunjing, sangat mungkin “Si pendiam” akan semakin menjadi korban anggapan “Jangan – jangan …”. Mereka akan menerima vonis “anggapan” yang semakin membuatnya tertekan dan tidak percaya kepada siapa pun.

Pertanyaannya, jika Anda berhadapan dengan “Si penyimpan rahasia”, apa yang harus Anda lakukan ? Jawabannya adalah buat mereka untuk membagikan rahasianya. Syaratnya adalah Anda juga harus sangat yakin bahwa Anda adalah seorang penadah keluh kesah yang setia dan sabar. Dan Anda juga harus sangat yakin bahwa Anda adalah seorang yang sangat menghormati lidah Anda sendiri.

Jika kita sudah menyadari betapa berbahayanya menyimpan rahasia seorang diri, dan mengunci rapat hati kita untuk percaya dengan orang lain, maka akan menjadi sangat baik seandainya kita mulai membuka diri untuk membagikan kasih sayang dan mengundang datangnya kasih sayang ke dalam hidup kita. Mulailah untuk selalu merangkai kata dengan teratur dan santun, sehingga orang menjadi nyaman saat bersama kita, dan sebaliknya akan menjadikan orang percaya dan tulus kepada kita.

Jadi, jangan pernah membiarkan sebuah rahasia berdiam lama di dalam diri Anda dan menjadi akut. Anda sudah tahu mengapa. Karena rahasia itu akan membunuh…



No Responses Yet to “Rahasia itu akan menyiksamu”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: