Badan Intelejen yang terorganisir. Perlu !

20Dec08

Mengapa harus terorganisir ?

Secara historis negara-negara demokrasi telah berusaha memastikan adanya
pembedaan antara keamanan eksternal dan internal. Konsep dasarnya ialah tantangan internal dapat, dan, demi menjaga sistem demokrasi, harus ditangani oleh institusi dan diproses oleh hal-hal yang diatur di dalam undang-undang. Lembaga dan proses dimaksud harus diterima secara umum oleh masyarakat dan dilihat sebagai sesuatu yang membatasi pemerintah dan masyarakat- dan dikendalikan akuntabilitas dan keterbukaan publik.

Bagi intelijen internal, norma pengawasan dan penyelidikan dalam masyarakat bebas ialah isu kekerasan. Intelijen internal diperbolehkan untuk mentargetkan suatu organisasi, atau pengaruh dari organisasi itu hanya bila organisasi atau pengaruh organisasi tersebut telah mengarah kepada penggunaan kekerasan, atau bila ada kemungkinan akan menimbulkan kekerasan. Namun, penerapan hukum dan kewenangan eksekutif
melawan kekerasan adalah tanggungjawab penegakan hukum saja.

Koordinasi dan kerja sama antar organisasi-organisasi ini harus dipastikan pada tingkat kementerian. Sementara pembedaan antara badan intelijen internal dan eksternal tidak selalu berlaku mutlak, dan sementera beberapa ancaman seperti terorisme, kejahatan terorganisir, perdagangan narkoba dan peyelundupan- telah lama diketahui sebagai gabungan elemen domestik dan asing, salah satu karakter khusus demokrasi konstitusional telah
membatasi peranan dan metode kerja badan intelijen eksternal serta metode kerja yang menjadi sifatnya, yakni dalam hal penegakan hukum internal dan kehidupan politik di negaranya sendiri. Ketentuan ini berlaku justru karena tindakan badan intelijen eksternal dapat merusak intelijen internal yang bekerja berdasarkan norma-norma hukum.

Kontra intelijen ialah suatu misi yang melekat pada kedua badan intelijen itu. Tidak diperlukan adanya badan kontra intelijen yang independen, yang mungkin dapat menjadi struktur birokrasi baru yang mencampuri, memperlambat, mengganggu dan mencoba mengambil alih fungsi kontra intelijen dari kedua badan ini. Namun, mungkin ada baiknya untuk membuat program kontraintelijen terpusat, dengan tujuan untuk menggabungkan, mempromosikan dan mengkoordinasikan operasi, penyelidikan dan
penelitian kontra intelijen dalam kedua badan itu.

Kerja sama yang erat antara badan intelijen internal dan eksternal sangat dibutuhkan, untuk mengefektifkan kontra intelijen. Sebagai contoh, satu kelompok ekstrimis berencana untuk melakukan serangan bersenjata dalam negaranya sendiri dan hendak mengembangkan operasi intelijen untuk mendukung keputusan ini (intelijen internal), tetapi mungkin juga mendapatkan dukungan dari negara tetangga dimana kelompok
ini melakukan pelatihan dan perencanaan (intelijen eksternal). Program kontra intelijen yang terpusat yang menentukan kordinasi dan kerjasama antara badan intelijen internal dan eksternal dalam isu kontra intelijen, yang dalam situasi ini memang harus dilakukan secara lintas batas, akan menjaga garis batas juridiksi yang sah antara tanggung jawab kontra intelijen domestik dan eksternal.

Kebutuhan intelijen yang berbeda seringkali mendorong pembentukan beberapa dinas intelijen dan bukannya satu organisasi yang komprehensif. Kementerian Pertahanan sering mempunyai badan intelijennya sendiri,  yang menangani isu-isu yang lebih teknis seperti penilaian potensi kekuatan militer negara tetangga, industri pertahanan, tokoh-tokoh militer, dll. Untuk menentukan kebutuhan senjatanya, intelijen kementerian pertahanan harus mengetahui sifat dari tentara musuh potensial dan juga karakter dari markas yang ditargetkan. Ukuran, kemampuan, lokasi dan kesiapan tentara harus
terus dimonitor apakah sebagai panduan dalam merencanakan apa saja yang
dibutuhkan ataupun sebagai cara peringatan akan adanya kemungkinan serangan.

Banyak dari informasi ini juga penting dalam negosiasi dan untuk memonitor jumlah senjata berdasarkan perjanjian pengendalian senjata yang sudah dibuat. Dengan demikian Intelijen Pertahanan atau Militer juga dapat dilihat sebagai cabang alamiah ketiga sebagai tambahan terhadap intelijen luar negeri dan internal.

Metode pengumpulan data yang berbeda, terutama yang menggunakan cara teknis yang canggih, dapat juga memicu pembentukan suatu organisasi intelijen khusus. Ini mencakup badan intelijen pengambilan gambar (imagery), sinyal dan pemecahan sandi. NSA di AS, FAPSI di Rusia dan GCHQ di Inggris, adalah badan intelijen terbesar dan mungkin yang paling mahal.
Karena cakupan dan dampak resiko, bahaya, dan ancaman semakin transnasional, semakin banyak informasi tentang subyek yang sama dikumpulkan dengan banyak cara oleh berbagai badan intelijen yang berbeda. Batasan tradisional antara intelijen eksternal, internal dan intelijen kepolisian menjadi semakin kabur. Misi dan tujuannya saling tumpang tindih, sehingga membuka peluang untuk kesalahpahaman dan
pertentangan antara satu badan dengan yang lainnya. Telah terjadi konvergensi, terutama dalam memerangi terorisme dan kejahatan terorganisir. Oleh karena itu, pemisahan antar badan intelijen internal dan eksternal menjadi semakin artifisial dan patut dipertanyakan. Tampaknya diperlukan suatu tipe kerjasama yang lain pada tingkat Eropa dan internasional.

Sementara pemisahan mungkin masih menjadi solusi yang terbaik untuk negara besar yang mempunyai banyak badan intelijen besar, namun selain itu masih dibutuhkan usaha untuk memastikan koordinasi dan pengendalian, akses terhadap informasi satu sama lainnya yang lebih teratur, dan menjamin produksi penilaian bersama. Ini adalah alasan mengapa negara-negara yang lebih kecil dengan sumber daya yang lebih sedikit
akan lebih memilih untuk hanya mempunyai satu organisasi intelijen. Ini akan menghindari pemborosan upaya, sumber dana dan waktu; juga mencegah resiko adanya kompetisi tidak sehat antar organisasi; memudahkan kontak, pertukaran informasi dan kerja sama dengan badan intelijen asing; memfasilitasi tingkat subordinasi yang tinggi dari intelijen dalam hirarki pemerintahan dan pada akhirnya kerja sama dan
kordinasi dengan kementerian dan badan pemerintah lainya; dan juga mempermudah pengendalian serta pengawasan intelijen itu sendiri. Dar banyak contoh lainnya dapat disebutkan di sini, Spanyol dengan CNInya dan AIDV di Belanda, adalah contoh badan intelijen gabungan yang dikendalikan oleh negara, yang telah menemukan pemecahan masalahnya sendiri dalam hal berbagai aturan dan hukum yang berbeda untuk operasinya di dalam dan luar negeri.

Bagaimanapun juga, aturan yang menyatakan bahwa intelijen harus dipisahkan dari penegakan hukum, adalah sesuatu yang baik. Penegakan hukum dan badan intelijen mempunyai tujuan yang secara mendasar berbeda. Sementara tujuan dari penegakan hukum ialah untuk mendapatkan putusan hukum dalam kasus pidana tertentu, tugas dari intelijen internal ialah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai
ancaman potensial terhadap pemerintahan dan masyarakat.

Oleh karena itu, intelijen internal mungkin akan menolak untuk menangkap seorang penjahat yang telah diidentifikasi, bila ini akan membahayakan kapasitasnya dalam mengumpulkan informasi lebih lanjut. Badan intelijen juga mungkin tidak akan membuka rahasia informasi mereka dalam proses pengadilan terbuka karena mereka tidak mau membuka sumber informasi mereka.

Namun fungsi intelijen kriminal membutuhkan keahlian yang hampir sama dengan semua yang digunakan oleh badan intelijen lainnya. Dalam situasi tertentu, target dari badan intelijen internal juga terlibat dalam kejahatan terorganisir sehingga kepentingan kedua organisasi akan tumpang tindih. Akan tetapi badan intelijen umumnya tidak mempunyai otoritas untuk mengadakan penyidikan pidana, kewenangan untuk menahan, dan kewenangan untuk menggeledah rumah pribadi.

Jadi, sewaktu diketahui bahwa kejahatan telah terjadi, pengumpulan bukti dan penangkapan harus dilakukan oleh badan kepolisian yang khusus.
Yang dulunya Centro Superior de Informaciòn de la Defensa (CESID), Sekarang menjadi Centro Nacional de Inteligencia (CNI) Algemene Inlichtingen – en Veiligheidsdienst.

Akan tetapi, kebutuhan keamanan nasional dan perlindungan terhadap negara akan tampak bertentangan dengan konsep privasi, kebebasan sipil dan hak sipil yang diberikan negara itu sendiri kepada warga negaranya.82 Jelas, apabila badan intelijen domestik tidak mempunyai kewenangan yang khusus, mereka akan menemui kesulitan dalam melindungi negaranya. Sebaliknya, badan domestik yang punya kuasa yang tak terbatas akan lebih mudah dalam melindungi negara, tapi ini juga akan mengakibatkan pelanggaran hak-hak dan kebebasan sipil serta privasi warga negara yang tidak dapat diterima.

Dalam negara yang maju, pertimbangan untung dan rugi sebagai solusi dari tujuan-tujuan yang bertentangan ini harus dapat dicapai dengan cara yang benar secara politik dan hukum. Ini berarti suatu pengambilan keputusan secara sadar mengenai apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. Karena itu pemerintah harus menentukan prinsip-prinsip umum mengenai apa yang bisa diterima, memastikan bahwa prinsip ini transparan, diketahui oleh publik, dan diikuti oleh badan-badan intelijen. Pertimbangan
yang sama dapat diterapkan dengan cara yang berbeda dalam badan intelijen luar negeri. Wallahu alam.



No Responses Yet to “Badan Intelejen yang terorganisir. Perlu !”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: